Skema 3 pelaku ekonomi (rumah tangga konsumen, rumah tangga
produsen, dan pemerintah )
Anak panah yang menuju ke kotak pemerintah berarti
penerimaan pemerintah. Penerimaan pemerintah tersebut berupa pajak, misalnya
pajak penghasilan, pajak pertambahan nilai, serta pajak bumi dan bangunan. Selain
itu, pemerintah juga menggunakan faktor produksi dan barang serta jasa yang
dibutuhkan untuk kegiatan ekonomi pemerintahan. Anak panah yang menuju ke rumah
tangga, pasar faktor produksi, perusahaan, serta pasar barang dan jasa berarti
pengeluaran pemerintah. Pengeluaran pemerintah tersebut dapat berupa gaji,
pembuatan prasarana, subsidi, serta pembelian barang dan jasa.
Peran pemerintah
dalam kegiatan ekonomi didasari oleh motif mencari keuntungan sekaligus
memenuhi kepentingan umum. Dorongan mencari keuntungan ini tidak terlepas dari
kebutuhan pemerintah untuk meningkatkan penerimaan negara. Dengan kondisi
penerimaan yang semakin baik, pemerintah akan memiliki sumber dana untuk
membiayai pengeluaran-pengeluarannya.
Sumber : http://perpustakaancyber.blogspot.com/2013/05/perekonomian-dua-sektor-tiga-empat-1-2-3.html
freefight liberalisme , Etatisme , Monopoly
- freefight liberalisme merupakan adanya kebebasan usaha yang tidak terkendali sehingga memungkinkan terjadinya eksploitasi kaum ekonomi yang lemah.
- Etatisme adalah keikutsertaan pemerintah yang terlalu dominan sehingga mematikan motifasi dan kreasi dari masyarakat untuk berkembang dan bersaing secara sehat.
- Monopoly merupakan suatu bentuk pemusatan suatu ekonomi pada satu kelompok tertentu, sehingga tidak memberikan pilihan lain pada konsumen untuk tidak mengikuti ‘keinginan sang monopoly’ ‘
B. Menurut
saya ke tiga hal tersebut tidak diizinkan di insonesia karena, freefight
liberalisme itu menyebabkan terjadinya ekspliotasi di indonesia, eksploitasi
itu sendiri adalah pemanfaatan politik secara berwenang-wenang atau terlalu
berlebihan terhadap suatu subyek eksploitasi yang hanya mementingkan ekonomi
tanpa memikirkan keadilan serta kompensasi kesejahteraan untuk masyarakat,
etatisme juga berdampak negative untuk warga indonesia, karena tidak ada
keikutsertaan masyarakat dalam memotifasi dan berkreasi untuk mengembangkan
ekonomi di indonesia dan bersaing secara sehat, karena terlalu banyaknya keikutsertaan
pemerintah dibandingkan dengan masyarakatnya sendiri.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar