Inflasi itu sendiri dapat
diartikan sebagai suatu proses meningkatnya harga-harga secara umum dan
terus-menerus, yang berkaitan dengan berbagai faktor antara lain adalah :
1.
Konsumsi masyarakat yang meningkat
2.
Lebihnya likuiditas pasar yang memicu konsumsi
bahkan spekulasi
3.
Akibat adanya ketidak lancaran distribusi barang
Sebagai pelaksana kebijaksanaan
moneter BI mempunyai peran penting untuk melakukan tindakan bila terjadinya
inflasi. Kebijakan moneter BI ditunjukan untuk mengelola tekanan harga yang
berasal dari sisi permintaan agregat ( demand management ) relatif terhadap
sisi penawaran. Untuk pencapaian sasaran inflasi perlu diadakannya kerjasama
dan koordinasi Bank Indonesia dan Pemerintah melalui kebijakan makroekonomi
yang terintegrasi baik dari kebijakan fiskal, kebijakan moneter maupun
sektoral.
Selanjutnya adalah pembahasan tentang terjadinya inflasi
karena naiknya biaya produksi.
Dengan
naiknya biaya produksi dapat mengakibatkan melonjaknya harga outpt yang dihasilkan dari proses kegiatan
produksi tersebut. Dengan begitu akan mendorong adanya kelangkaan produk juga
termasuk kelangkaan distribusi, produsen akan banyak yang bangkrut karena tidak
sanggup untuk membeli input (bahan baku) untuk membuat produknya. Sedangkan
kebangkrutan produsen akan menambah masalah baru dalam perekonomian yakni,
kenaikan angka pengangguran. Masyarakat menengah ke bawah akan semakin
menderita karena sebagian tidak mampu untuk memenuhi kebutuhan pokok
sehari-hari dengan harga kebutuhan pokok yang melonjak secara signifikan.
Ini adalah faktor-faktor yang menyebabkan timbulnya
perdagangan internasional :
- Perbedaan
sumber daya alam yang dimiliki : Sumber
daya alam yang dimiliki masing-masing negara berbeda. Jarang sekali suatu
negara dapat memenuhi seluruh kebutuhannya dengan sumber daya alam yang
dimilikinya. Oleh karena itu masing-masing negara harus melakukan
pertukaran.
- Efisiensi
(penghematan biaya produksi) : dengan
adanya perdagangan internasional suatu negara dapat memasarkan hasil
produksinya pada banyak negara. Negara tersebut berproduksi dalam jumlah
besar sehingga dapat menurunkan biaya produksi. Barang yang diproduksi
dalam jumlah besar akan lebih murah daripada barang yang diproduksi dalam
jumlah kecil.
- Tingkat teknologi yang digunakan
: Beberapa
negara yang telah menggunakan teknologi lebih modern dapat memproduksi
barang dengan harga lebih murah daripada yang menggunakan teknologi
sederhana. Sebagai contoh, indonesa mengimpor mobil dari jepang
karena jepang telah maju dalam teknologi pembuatan mobil
- Selera : Indonesia mengimpor buah apel dari amerika Serikat padahalbuah apel dapat dihasilkan di dalam negeri. Buah apel dari Amerika Serikat menurut sebagian orang lebih mengundang selera dibandingkan buah apel lokal.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar